MUKADIMAH PAGI BAGI SETIAP MUSLIM

99 inspirasi pagi - andri

Judul buku          : 99 Inspirasi pagi untuk setiap muslim,
Penyusun            : Muhammad H Bashori
Penerbit              : Al-Qudwah Publishing
Tahun terbitan  : Maret, 2014
ISBN                      : 978-602-7929-74-6
Tebal                     : 308 hlm, 17.5 x 23.5 cm
Cover                    : soft cover
Harga                    : 75.000,-

 

Percakapan saya dengan seorang pembaca buku yang merupakan teman dekat saya dan saya kenal dia sebagai pembaca buku-buku bagus, mereka akan membeli buku jika:
 

  1. Judulnya menarik
  2. Penulisnya terkenal
  3. Kaver dan sampulnya bagus
  4. Harganya murah
  5. Isinya sesuai yang dibutuhkan

 
Sebuah buku bagus memang tidak harus mencirikan 5 hal di atas. Selera pembaca terkadang tidak dapat diduga dengan mudah. Trend dan tradisi pasar juga mempengaruhi seberapa besar buku bagus dapat kita baca.

 
Dan buku yang saya resensi ini adalah salah satu buku yang saya anggap menarik dan pantas untuk diresensi.

 
Dilihat dari judulnya : Menilik judulnya yang panjang: 99 Inspirasi Pagi Untuk Setiap Muslim! Ditambah tagline ‘Awali Pagi Anda dengan Membakar Semangat” buku ini menjanjikan sesuatu yang bahagia dan mencerahkan seperti sebuah pagi. Jika ingin lebih meruncing lagi, yaitu sejumlah angka 99, pasti hidangan atau apapun ini (seperti yang digambarkan dengan seduhan kopi) saya berhusnuzhon pastilah akan mengenyangkan dan memuaskan jiwa kita.

Mengawali pagi dengan 99 Inspirasi  pagi untuk Setiap Muslim - Al Qudwah
Mengawali pagi dengan 99 Inspirasi pagi untuk Setiap Muslim – Al Qudwah

Pun dari segi penampakan ukuran buku yang tidak biasa, jelas menyiratkan bahwa buku ini adalah buku yang luar biasa (308 hlm, 17.5 x 23.5 cm). Ukuran ini bagi penerbit membutuhkan sebuah pertaruhan penerbit agar bisa diterima oleh pembaca Indonesia, baik dari segi harga maupun kualitas. Berkompromi dengan hal ini tentu juga bukan sebuah hal remeh temeh untuk mempertimbangkan kualitas sebuah buku. Di lapak dunia maya buku ini dijual dengan harga diskonan. Dari harga 75.000 menjadi 63.000,-. Sebuah harga yang setimpal untuk buku bagus semacam ini.

 
Mengenai penyusun sendiri (saya lebih suka menyebutnya penyusun daripada penulis karena beberapa alasan yang akan saya sampaikan di belakang), Muhammad H Bashori, meskipun terhitung masih timur, beberapa pengalamannya di dunia tulis menulis memperlihatkan ia bukan seorang amatir. Karyanya dimuat di penerbit dan koran nasional maupun lokal. Latar belakangnya yang berasal dari pesantren memberikan jaminan kepada kita bahwa ‘ilmu’ yang akan ia bagikan dalam buku ini bukan sekedar pepesan kosong belaka dan mengapa ia memilih jalur non fiksi di sini. Sekilas saya cuplikan berita tentang sang penyusun buku ini:

 
… pendidik di Ma’had al-Ishlah Paciran, Lamongan sekaligus pimpinan redaksi majalah al-Ishlah. Lulus di IAIN Walisongo Semarang dan lulus tahun 2012. Penulis ‘Ilmu Falak Praktis’ dan ‘Peradaban Tanpa Penanggalan, Inikah Pilihan Kita? Diterbitkan di Elexmedia Komputindo).

 
Penulisan buku ini terlihat mengacu kepada buku-buku inspiratif populer, semisal ‘Chicken Soup for The Soul’ atau buku ‘Bukan untuk Dibaca’ yang populer dan lebih dari 9 kali terbit. Gambar kavernya yang mengetengahkan seduhan kopi hangat mengepul, seperti menyiratkan bahwa ‘kopi hangat’ ini berkhasiat menghangat pagi para pembaca, khususnya para pembaca muslim karena isinya juga lebih tendensius kepada muslimin di Indonesia.

 
Sasaran pembaca yang mendekati dari buku 99 inspirasi pagi untuk setiap muslim ini tentu sangat variatif, karena bahasannya ringan dan sederhana, tetapi tidak kalah bernas. Mayoritas umat muslim di Indonesia lebih bisa terjangkau karena buku ini pun terkesan ‘inspiratif dan tidak ekslusif’ seperti misalnya buku fikih dan semacamnya. Penulis mungkin ingin memberikan sebuah sajian yang lengkap dalam sebuah buku. Maka buku ini disusun dengan 99 bahasan, yang beraneka ragam. Namun inti dari semua bahasan itu terpusat untuk memperbagus karya dan amalan kita. Pun hendaklah amalan itu tidak sekedar bernilai duniawi tetapi juga ukhrawi (akhirat).

 
Penerbit ini yaitu Al Qudwah merupakan lini dari penerbit Ziyad Visi Media Group yang berkantor di Jl. Banyuanyar Surakarta. Ada beberapa lini yang berbeda di penerbit ini dan tiap lini menampilkan jenis-jenis buku yang berbeda pula dengan lini lainnya. Sekilas dari istilah ada istilah Qudwah Sebelum Dakwah yaitu bermakna ‘apa-apa yang telah engkau ikuti dan engkau biasa dengannya dari kebaikan.’

 
Adapun mengenai isi dari buku ini dapat kita tilik sejauh pembacaan saya.

 
Ketika tiba saya membaca halaman pertama, penyusun buku ini menyapa jiwa kita dengan ‘Allah ingin datangkan pelangi’. Mengetengahkan tentang ‘pledoi syukur kepada Allah’. Dirangkai dengan bahasa yang ringan dan populer membuat mudah pemahaman pembaca akan maksud bahasan ‘Allah ingin datangkan pelangi’.

 
Dirangkai kemudian dengan bahasan kedua, ‘Cara Allah Menyayangi Hambanya’ penyusun buku ini memberikan persepsi yang menarik tentang ‘cara Allah’ yang terkadang berbeda dengan ‘keinginan manusia’ dalam memenuhi keinginannya. Sebuah quote dicetak tebal di situ:

 

“Jika Allah MENCINTAI seorang hamba, Allah ilhamkan kepadanya KETAATAN. Allah biasakan ia dengan QANA’AH (menerima apa adanya). Allah karuniakan untuknya PEMAHAMAN AGAMA. Allah menguatkannya dengan KEYAKINAN. Allah mengilhamkan kepadanya ketaatan dan selalu memberinya petunjuk.

 

Ini  jelas merupakan sebuah quote yang super yang dapat membangkitkan semangat kita dalam beramal shalih.

 
Pada pembahasan ketiga ‘Hatinya Serapuh Kaca’ Muhammad H Bashori mendedahkan tentang makna perempuan dalam kehidupan seorang lelaki. Banyak kata indah bertaburan di halaman ini, bahkan judulnya sudah puitis. Beberapa terkesan menggurui mengingat ia sendiri masih muda dan belum menikah. Tentu pengalaman dan referensi otentik memperkaya dan lebih mempertajam tulisan. Tapi, bagaimanapun penyusun sudah memberikan bunga rampai pengantar tentang memahami seorang perempuan. (yah, masih sebagai pengantar 🙂 )

 
Bahasan ke-4 dan ke-5 membidik tentang cinta. Cinta di sini kaitannya dengan hasrat seksual dan cinta yang lebih langgeng daripada sekedar hawa nafsu manusia.  Pembahasan kemudian berlanjut kepada ‘memprovokatori untuk menikah’ bagi para jomblo yang sedang galau. Terlihat kesan pengalaman si penyusun dalam bahasan ini dan juga bahasan ‘edisi ngomporin berjilbab’ dalam gaya bahasa yang dipaparkan.

 
Pada bahasan selanjutnya yang beraneka ragam, masing-masing bahasan ini selalu diberi quote yang ditebalkan dan dibuat menarik. Kata bijak dipilih dan terkadang diberi ilustrasi yang proporsional, membuat pembahasan lebih mengena. Bahasan tentang mendorong agar kita berkarya dan menulis karena ‘sebuah karya tulis’ akan lebih panjang umurnya daripada si penulis itu sendiri. Jika ia bisa menjadi amal shalih, tentulah amal ini akan mengalir sepanjang masa sampai hari kiamat dan bisa menjadi syafaat bagi si penulis.

 
Benang merah daripada tulisan ini adalah inspirasi untuk setiap muslim. Bagaimana menjadi seorang hamba yang bisa berkarya dan memberi manfaat di dunia dan juga akhirat. Kelebihan dari buku ini adalah pembahasan yang ringkas dan sederhana sehingga pembaca tidak perlu berlarut-larut dalam prolog atau pembahasan fikih yang penuh iktilaf (perbedaan pendapat). Semua isi dari bahasan ini disajikan secara populer sekaligus semacam buku tazkiyatun nafs bagi seorang muslim.

 
Sejumlah 99 pembahasan dipaparkan dalam buku ini. Sebagian saya ketahui bahwa penyusun, mengambil kisah atau menyadur ulang dari buku atau kisah buku lain. Artinya penyusun tidak menulis sendiri. Hal ini cenderung rentan dianggap sebagai pembajakan karena tidak ada keterangan tentang sumber tulisan. Contoh dalam hal ini adalah kisah Ibrahim Bin Adham dan tanya jawab seorang pendeta dengan seorang muslim dalam bahasan ke-91 ‘Kebenaran Islam’. Juga bahasan ‘Haruskah Hati menciptakan Jarak’ penyusun bukanlah orang yang menggali ide ini sendiri, melainkan mengambilnya dari tempat lain.

 
Saran saya, sebaiknya penyusun memberi keterangan darimana ia memperoleh sumber tulisan ini. Hal ini lebih menyelematkan daripada misalnya sekedar menyusun pembahasan yang tidak ada sumber referensinya. Apalagi cap plagiat atau pembajak merupakan sesuatu yang harus dibayar mahal oleh seorang penulis.

 
Pun secara struktur buku ini dapat dikritisi, yaitu tidak ada tema atau kategorisasi setiap tema di dalam buku, misalnya tema cinta kasih, parenting, atau seksologi. Jika ini bisa ditampilkan, tentu akan lebih mudah bagi pembaca untuk segera menuju pada topik bahasan. Apalagi di dalam buku ini ada 99 bahasan yang masing-masing berbeda dan terkadang tidak setema antara bab satu dan selanjutnya.

 
Sasaran dalam buku ini juga tidak terlalu spesifik. Dalam satu sisi ada kelemahan dan juga kelebihan. Kelemahannya adalah buku ini sepintas akan dipandang sebagai buku tebal yang referensial, tetapi ketika kita membuka halamannya kemudian, ternyata bahasan di sini lebih ringan daripada penampakan dan ketebalan buku. Juga beberapa bahasan terkesan filosofis yang membuat berkerut kening para pembaca. Tetapi di bahasan lain bahasa pengarang terkesan sangat populer dan teenlit, sehingga bagi pembaca yang serius, ini merupakan sebuah ‘gangguan’. Jadi akan lebih proporsional misalnya, jika gaya bahasa pun disamakan sehingga dapat menemukan pembaca yang tepat untuk buku semacam ini.

 
Berbagai kekurangan dalam buku pasti tetap ada. Seperti peribahasa Tak ada gading yang tak retak’ buku ini pantas disanjung karena ia mempunyai tujuan yang jelas dalam berbagai kebaikan dan menuju jalan lurus yang sama (Islam). Kekurangan hanya bersifat temporer dalam bentuk gaya bahasa ataupun penulis, dan hal itu dapat ditebus dengan hikmah yang didapat dari membaca 99 bahasan dalam buku indah ini.

 
Ya, buku ini memberikan motivasi, memperbarui inspirasi dan menyehatkan jiwa kita. Ini seperti sebuah paduan yang sempurna agar kita lebih produktif dan mempunyai mood yang baik. Pagi hari seorang muslim hendaklah diisi dengan hal-hal yang bercahaya seperti ini. Apalagi pagi adalah momen yang indah dan penuh harapan. Tidak peduli hari yang kita hadapi adalah mendung, cerah atau gerimis, sebab pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut dengan kehidupan.

 
Jadi mari kita awali pagi kita, kita buka lembaran kehidupan kita dengan ‘99 Inspirasi Pagi untuk Setiap Muslim’ karena hidup adalah pilihan kita untuk berbahagia. Salam.

Advertisements

Supeltas: Sepele Nanging Gedhe Khasiate

Supeltas: sepele nanging gedhe khasiate
Supeltas: sepele nanging gedhe khasiate

Ketika jam ngantor pagi atau berangkat sekolah, kita hampir tak bisa memilih lagi jalanan mana yang tidak terkena macet. Statiska kemacetan per tahun menunjukan grafik peningkatan. Arogansi pengendara motor alias si raja jalanan, terutama yang membuat jalanan akhir-akhir ini makin semrawut. Begitu pula aktivitas pemakai jalan lain yang tidak mengindahkan peraturan, seperti angkutan bus yang ‘berhenti di sembarang tempat’ ketika menurunkan penumpang. Fakta inilah yang menyebabkan harga selembar nyawa seakan menjadi murah dan sia-sia di jalanan.

Pesona Supeltas

Di Solo kehadiran para Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) yang membantu kelancaran lalu lintas seperti di perempatan Coyudan, bundaran Baron, bundaran Purwosari, Lawang Gapit sebelah barat, dan beberapa ruas jalan yang ‘belum layak’ dipasang trafigh light yang justru kemacetannya luar biasa dan sering terjadi kecelakaan, amat signifikan membantu mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan. Pengakuan terhadap peran positif mereka juga kerap menimbulkan simpati elemen masyarakat, seperti pemberian ‘saweran’ hingga bingkisan oleh beberapa elemen masyarakat pada moment-moment tertentu, misalnya ketika bulan Ramadhan.

Dari relasi yang menarik inilah yang membuat pekerjaan supeltas bahkan bernilai ibadah. Jika dianalogikan (kiyas) dengan menyingkirkan duri dari jalan saja sudah dianggap shodaqoh, apalagi para supeltas ini, yang sukarela mengatur jalanan yang sama sekali tidak sesederhana seperti yang kita lihat, baik keruwetan dan tingkat stress tinggi di jalanan. Apalagi seperti yang kita lihat jalanan setiap hari bukan makin longgar atau lancar, tetapi sebaliknya, jalanan berubah menjadi area parkir, bursa mobil, atau tempat berjualan kaki lima.

Butuh Pelatihan dan Pengembangan
Sekilas bisa dilihat menjadi Supeltas sangat diperlukan fisik yang kuat, yang tahan berpanas-panas di jalanan. Namun sebenarnya mereka juga memerlukan keahlian untuk mengendalikan lalu lintas. Karena tanpa keahlian dan pengamatan yang cerdas itu, jalanan hanya akan menjadi ruwet dan membuat jalanan tambah macet. Tetapi andaikan mereka dibekali lagi dengan ketrampilan mengatur lalu lintas alangkah sangat membantu peran supeltas itu sendiri. Tentu hal ini harus mengikutsertakan aparat polisi dalam pembinaan dan memberikan pelatihan kepada para Supeltas.

Di Solo, kerjasama antara polisi dan supeltas ini di beberapa tempat di Solo memang sudah terlihat, namun akan lebih bernilai plus lagi, andaikan Supeltas ini mendapat perhatian dan pembinaan dari Polisi karena peran mereka yang positif dalam membantu ketertiban di jalanan. Atau mungkin kehadiran mereka bisa diadopsi oleh daerah lain yang selama ini mempunyai masalah kemacetan lalu lintas.

Profesi supeltas memang sebuah hal remeh, namun mereka memberi kemanfaatan yang luar biasa. Orang Jawa bilang, sepele nanging gedhe khasiate!

sumber gambar: surakarta.go.id

LOMBA RESENSI AL-QOWAM GROUP

lomba resensi A4WEB

Lomba Resensi buku Al-Qowam Group adalah upaya memperkenalkan buku-buku terbitan Al-Qowam Group kepada masyarakat luas. Dengan adanya Lomba Resensi ini dapat pula merekatkan pembaca buku Al-Qowam Group dengan redaksi dan memberikan penghargaan kepada para pembaca yang setia.

PESERTA:
Para Blogger (Segala macam domain (WordPress, Blogspot, Blogdetik, kompasiana Dll) dan Facebooker dengan Ketentuan Bersyarat

HADIAH:
Pemenang I : Rp. 1.000.000,00 + bingkisan buku Khulafaur Rasyidin
Pemenang II : Rp. 750.000,00 + bingkisan buku Khulafaur Rasyidin
Pemenang III : Rp. 500.000,00 + bingkisan buku Khulafaur Rasyidin
5 pemenang harapan masing-masing mendapat bingkisan buku menarik Al-Qowam
Dan jika diperlukan atau meminta akan diberikan sertifikat sebagai kelengkapan.

PENILAIAN:

Kritis dan obyektif tulisan (70 %)
Penggunaan hiperlink yang proporsional (20 %)
Interaktif tulisan di blog/facebook dengan pembaca (10%)

TEKNIK PELAKSANAAN:
1. Artikel lomba merupakan karya original, bukan saduran, terjemahan, dan bebas dari tindakan plagiat. Artikel lomba menggunakan bahasa Indonesia.
2. Semua artikel yang diikutsertakan dalam lomba harus ditayangkan di blog atau catatan facebook. Domain blog bebas (wordpress, blogspot, kompasiana, blogdetik, maupun blog pribadi dengan nama domain dot com atau domain lain).
3. Untuk catatan di facebook, peserta adalah facebooker dengan nama asli bukan nama alias/samaran/nama alay). Minimal teman 100 orang. Meng-add facebook Sahabat Penerbit Al-Qowam dan Kutubuku Al-Qowam (wajib). Resensi diposting di catatan dan meng-tag minimal 15 orang teman termasuk Al-Qowam.
4. Menyertakan gambar buku yang diresensi.
5. Mengandung kata kunci judul buku diresensi yang dilink-kan ke http://www.alqowamgroup.com/
6. Kirim naskah ke alamat email: al-qowamgroup@yahoo.com. Cantumkan nama, alamat, no telp yang bisa dihubungi dan LINK resensi yang diposting.
7. Lomba ini tidak boleh diikuti karyawan Al-Qowam Group.
8. Keputusan pemenang mutlak ada di tangan dewan juri. Keputusan tidak dapat diganggu gugat.
9. Dewan juri tidak menerima pertanyaan atau saran apapun. Tapi pertanyaan bisa ditanyakan ke redaksi lewat komentar di halaman web atau facebook Al-Qowam group.
10. Pengumuman pemenang akan ditayangkan di facebook Al-Qowam dan di website al-qowamgroup.com
11. Pemenang lomba dipilih berdasarkan kualitas tulisan. Jumlah sharing artikel di sosial media, komentar dan jumlah pembaca menjadi bahan pertimbangan dalam penjurian.

Pelaksanaan : 1 April – 10 Mei 2014 (diundur)
Pengumuman Pemenang : 20 Mei 2014

INFO BUKU YANG WAJIB DIRESENSI : www.alqowamgroup.com
INFORMASI
085229628009 (Andri )

ttd
Panitia Lomba

Gawat! Indonesia Siaga Korupsi

oleh Andri Saptono*

seragam-koruptor-_120709164037-914
Prolog
Tidak bisa menutup mata keadaan negara kita dalam kondisi siaga korupsi. Berita tertangkapnya ketua MK, Akil Muktar, karena dugaan korupsi makin membuat Indonesia menjadi legam oleh korupsi. Artinya korupsi telah menjadi budaya dan gaya hidup orang Indonesia dari tingkat tinggi hingga lapisan paling bawah. Dan ini sebagaimana dirilis Organisasi Fund for Peace, kegagalan negara Indonesia menjamin kesejahteraan rakyatnya mendapat peringkat ke-63 seluruh dunia. Mereka merilis indeks terbaru tersebut menggunakan indikator dan subindikator, salah satunya indeks persepsi korupsi. Viva News

Bila dikaji lebih jauh mengapa kian hari korupsi makin subur di Indonesia. Tentu jawabannya bukan sekedar karena presidennya bodoh atau tidak pandai. Tentu saja tuduhan ini pasti akan menuai banyak bantahan. Namun fakta yang menyebutkan korupsi sudah menjangkiti hampir semua lini lapisan masyarakat sudah mengisyaratkan status Indonesia yang “siaga korupsi”. Dan bukan ini saja, lebih gawatnya lagi budaya negatif ini menjangkiti tidak hanya oknum pejabat atau okunum aparat pemerintahan yang seharusnya menjadi teladan dalam memerangi korupsi di Indonesia, namun akan lebih mengerikan kalau virus korupsi sudah menyebar ke instansi dan perusahaan negara di negara muslim terbesar di dunia ini.

Bahkan yang cukup menyedihkan adalah kecendrungan sebagian kalangan untuk mereduksi tindak korupsi. Misalnya bagi kalangan atas, korupsi adalah ungkapan untuk pejabat yang menggelapkan dana perusahaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sedangkan ungkapan bagi rakyat kecil yang mencuri ayam karena kelaparan, mencuri kayu hutan karena tak bisa beli gas elpiji, mengutil pakaian di supermarket karena tak punya uang untuk memberi sandang anaknya adalah status maling yang amat menghinakan. Pun hukuman untuk para maling pun senantiasa lebih sadis daripada koruptor yang menggelapkan trilyunan uang rakyat. Sudah biasa tercetak di koran, diberitakan maling ayam dihakimi massa, mencuri kayu hutan di hukum penjara selama satu tahun, atau yang mengutil pakaian di supermarket akan dipermalukan dengan diarak di jalan. Semua itu berbeda dengan koruptor yang menggelapkan trilyunan uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan segelintir kroco-kroconya, melulu diganjar tahanan kota, dikerubuti wartawan seperti layaknya artis sambil memberi statement pada microphone wartawan, maaf, no coment! Continue reading

Solo, Bukan Impian Semusim

kota-solo

Pasca Jokowi naik kelas menjadi gubernur DKI, kota Solo tidak boleh seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Solo belum selesai. Sebaliknya Solo harus tetap berbenah, bersemangat belajar demi mewujudkan cita-cita menuju kota modern yang dinamis dan mempunyai integritas.

Solo harus selalu berbenah wajah dan penampilan untuk menjadi kota metropolitan yang peka jaman. Pelayanan publik harus ditingkatkan dan makin profesional. Peran kota sebagai pelindung dan maesenas cagar budaya jangan kalah dan teriming-imingi oleh dolar kapitalisme. Apalagi sekarang saat animo masyarakat dalam meramaikan kota Solo dengan pagelaran serta festival budaya selaras dengan cita-cita Solo memayu hayuning bawana.

Solo yang sarat aura kreativitas akhir-akhir ini tak pernah tidur dengan pagelaran dan festival budaya semisal Solo Batik Carnival (SBC), SIEM, SIPA. Pelayanan publik kian modern dan berkualitas, seperti Solo Batik Trans, dan rencana ke depan Railbus Batara Kresna yang akan memudahkan transportasi di Solo. Birokrasi juga sudah mulai terbuka, isyarat akan kemajuan yang lebih siginifkan sebagai kota metropolitan. Meskipun masih ada beberapa masalah kecil di lapangan, namun dengan tekad kuat untuk membangun, seluruh jajaran aparat pemerintahan di Solo dan seluruh rakyatnya pasti bisa melalui semua itu dengan sukses.

Lantas, apa yang hendak ditawarkan Solo untuk warganya dan untuk yang di luar Solo? Apakah Solo sekedar sebuah tempat pariwisata yang bebal mengais kejayaan masa lalu lewat keraton dan peninggalan purbakala lainnya demi sekedar eksotisme berdebu. Atau terus bernafsu menawarkan inovasi karya baru yang gagap belaka namun kosong isi?
304

Kita ketahui berbagai pagelaran dan festival budaya digelar, memenuhi jalan dan memacetkan lalu lintas, atau even car freeday yang disadari ternyata menimbulkan ekses kemalasan komunal dan menghambat mobilitas modernisasi.

Kita pasti sepakat ternyata tidak semua pagelaran dan festival budaya itu memberikan semangat dan ghirah kepada Solo yang mempunyai misi memayu hayuning bawono. Justru semakin banyak karya digelar, kita harus selektif karena tidak semua karya sesuai wajah dan semangat Solo yang adiluhung. Diakui beberapa karya dan festival budaya yang kerap terjadi hanya bentuk kelatahan belaka, epigonisme dan sikap oportunis warga. Pun bila hendak jujur, kita akan banyak melihat pameran, eksibisi di jalanan atau pasar malam yang rutin diadakan dan berbagai pemborosan lainnya yang mengatasnamakan tradisi, bila kita lihat lebih detail dan hitung lagi dengan cermat, akan banyak menimbulkan kesangsian bahwa semua itu sesuai dengan modernitas kota. Jika sebuah jiwa masyarakat pada sebuah kota lebih banyak digencar dengan even seperti itu, nyaris kota Solo akan tertidur dalam pesta pora belaka, jauh tertinggal dalam kemajuan jaman yang kini lebih banyak dipimpin daerah-daerah lain.

imagesSS

Dalam hal ini nun kita bisa berkaca kepada China atau Jepang dalam penataan kota yang mampu menyeimbangkan antara semangat modernitas dan spiritualitas. Contoh sederhana adalah masalah sampah. Kita tahu masalah kebersihan tak pernah terlepas dari faktor iman dan spiritualitas. Orang Jepang, bisa bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri, tidak menyusahkan orang lain bahkan ketika membuangnya. Sikap dan etos kerja mereka telah terdidik dengan disiplin yang tinggi. Dan semua itu tak akan kita dapatkan dari sebuah keramaian dan intensitas pagelaran, yang cenderung meninggalkan sampah di mana-mana. Selain itu jika kita menatap wajah pengendara jalanan di Solo yang cenderung masih arogan, baik itu angkutan umum maupun pribadi, hal ini tak akan sekejap terselesaikan dengan sebuah event car freeday saja. Harus ada ‘pembelajaran’ tentang peraturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat berkaitan penggunaan jalan raya sebagai ruang bersama untuk saling memberi manfaat. Tentu semua itu tak akan terjadi jika tak dibarengi dengan percepatan ke arah peningkatkan intelektual masyarakat. Ya, Solo jangan hanya menjadi kota pagelaran atau tempat hiburan belaka. Jadikan Solo sebagai kota pembelajaran. Jadikan Solo sebagai tempat kita menjadi lebih beriman kepada nilai-nilai kebajikan yang universal.

800px-Seafront_in_Kobe_City_Aut09_03

Para pemimpin Solo (pasca Jokowi) harus makin diingatkan menjadi tugas kita bersama -selain menuntut rakyat untuk kerjasamanya- untuk memberikan contoh dan tauladan di depan (ing ngarso sung tuladha tut wuri handayani). Supremasi hukum harus ditegakkan. Jangan menjadi pemimpin yang kerdil. Dan tidak lupa pembangunan kota Solo di segala aspek harus di tangan orang yang ahli karena Solo bukanlah impian fiksi yang tak nyata. Tapi nyatakan ia sebagai sebuah kota yang terbuka bagi kemajuan jaman dan peningkatan intelektualitas warganya. Saya yakin Solo yang hari ini kerap diguncang isu sebagai sarang teroris, penulis yakin akan menjadi kota dengan peningkatan spiritualitas yang menakjubkan karena Solo membuktikan dengan pelayanan publik yang indah dan simpatik. Dan cita-cita luhur itu tentu saja bukan sekedar impian semusim.

*Aktif di Komunitas Pakagula Sastra Karanganyar.
Kontes Tulisan Tentang Solo

Jual Novel Harakiri Murah

Jual novel Harakiri, kisah pelaku harakiri paling dikenang – Andri Saptono

preview:
Dalam buku ini memuat tiga kisah Harakiri tokoh-tokoh terkenal di Jepang. Kisah pertama, balas dendam 47 ronin atas tuan mereka, Lord Asano, yang dizhalimi oleh penguasa setempat. Kisah balas dendam samurai ini penuh ketegangan dan kesabaran luar biasa yang menjadi ciri semangat samurai. Kisah kedua, tentang kisah bunuh diri Oda Nobunaga yang dikhianati oleh orang kepercayaannya. Seorang raja yang besar dan tangguh, ternyata suatu saat ia harus mengalami kejatuhan meskipun itu bukan karena kebodohannya sendiri. Kisah ketiga, tentang penuli samurai, Yukio Mishima. Tokoh terakhir ini ingin mengembalikan semangat samurai pada negara. Namun usaha ini dianggap sebagai kudeta terhadap negara. Ia pun mengakhiri hidupnya dengan melakukan seppuku atau harakiri.

Tentu saja, kisah-kisah harakiri ini adalah kisah bunuh diri. Yang menjadi berbeda dari kisah bunuh diri pada umumnya, kisah harakiri mempunyai latar belakang yang menarik untuk dikaji. Orang Jepang ketika melakukan harakiri, mereka mempunyai motif yang kuat di balik perbuatan membunuh diri itu. Entah itu kehormatan pribadi, cita-cita dan perjuangan, rasa cinta, dan berbagai aspek, termasuk juga membela negara.

Dalam literatur agama, tentu saja harakiri adalah perbuatan yang salah. Buku ini memang tidak memberikan penerangan akan hal tersebut. Ia secara konsisten memberikan gambaran tentang tiga kisah harakiri dalam alur novel. Ketegangan dibangun dan alur dipercepat pada kisah-kisah harakiri itu saja.

Lantas, manfaat apakah yang didapat?

Semangat bushido atau semangat samurai layak untuk ditampilkan karena bisa membangun keberanian, harga diri dan pantang menyerah. Buku ini saya rekomendasikan untuk yang berumur lebih dari 13 tahun ke atas agar lebih bisa memahami aspek sejarah dan historis tentang kisah harakiri orang Jepang. Sebuah novel memang tidak melulu hitam putih, dan dari hal inilah pembaca harus pandai-pandai mengambil intisari manfaat yang bisa didapat.
semoga saja novel ini bermanfaat….

harakiri ok 1 ok

Harakiri, kisah pelaku harakiri paling dikenang – andri saptono
13,5 x 20,5 cm HVS 70 gr
248 halaman
Rp. 10.000,-  + ongkos kirim
untuk pembelian buku dalam jumlah banyak akan ada harga menarik (minimal 3 eks)

Cukup pesan saja secara langsung!
Caranya?Cukup dengan 3 langkah mudah
1. Kirim uang seharga buku ke : 0136038678 An. Andri Saptono. Bank Muamalat Capen Palur
2. Sms konfirmasi pada nomor : 085229628009. Sekaligus untuk memberikan alamat pengiriman buku.
3. Tunggu, dan dalam waktu tak lama buku akan segera sampai ditujuan!

LELAKONE PAIJO

163801_demo-buruh-pertamina_663_382
disiarake dening harian solo pos jagad jawa

Tanggal enom, tanggalane wong buruh pabrik blanjan kudune Paijo bungah atine. Nanging kasunyatan dudu kuwi sing rasakne Paijo sing kedurung-durung malah susah. Kanggo buruh pabrik sing sarwa kurang kaya dheweke, kahanan iki sing adat kalakon.
“Wingi Pak Marno sampun nagih duwit kontrakane Mas?” semaure bojone karo nduduhke memo saka Pak Marno ana kertas sesuwek. Isine tulisan : Sampun nunggak rong wulan mas duwit kontrakan. Yen taksih nunggak maleh, kontrakan bakal kula wenehake tiyang sanes!
Liyane kuwi ana tagihan warung sing kudu dibayar.
“Warunge Bu Surti sampun rong sasi dereng disaur mas. Kula mboten wani utang maneh yen dereng dilunasi dhisik.”
Paijo judeg mikir mecahne masalahe kuwi. Intine gajine dheweke ora nyukupi kanggo nyaur utang kabeh. Keporo tambah nggrantes maneh dheweke dirumahke saka pabrik triplek, papan panggonane nyambut gawe lima welas tahun kuwi.
“Niki samun kebijaksanaan pabrik mas. Pabrik kapeksa ngelongi pegawenipun. Panjenengan punika satunggalipun pegawe ingkang dipun lereni rumiyin. Menawi mangke wonten tambahan pegawe panjenengan badhe ditimbali maleh. Kula namung ngaturaken punapa ngendikane Pak Direktur. Lan niki gaji pungkasan panjenengan kaleh sekedhik arto saking pabrik kangge tali asih.”
Paijo metu kluntrang-kluntrung saka jero kantor direksi. Nasibe ora bedha karo kanca-kancane liyane. Dheweke ngerti cara licik direksi kanggo ngurangi para pegawe lawas. Wiwit mulane para pegawe lawas dirumahke nganti suwe babar blas ora ana panggilan. Mesthi wae kahanan sing ora kepenak kuwi marakne wong terus bingung. Akhire para pegawe sing dirumahke pilih metu dhewe saka pabrik golek gaweyan liya. Saka kahanan iki pabrik genah entuk keuntungan ora kudu nyangoni pegawe minangka mbayar duwit PHK.
Dheweke uga ngerti yen pabrik sakjane isih terus nambah pegawe kontrakan anyar. Rencanane kabeh pegawe lawas mau diucali siji-siji saka pabrik diganti pegawe kontrakan anyar. Pegawe kontrakan luwih gampang disetir pabrik amarga pegawe kontrakan ora duwe hak apa-apa neng pabrik umpama metu utawa dipecat saka pabrik.
Paijo bingung mikirke nasibe sak banjure saka pabrik. Duwit ora akeh kuwi mesthi wae entek yen kanggo nyaur utang kabeh. Blanja mung sakjuta ditambah duwit tali asih mung rong atus ewu wae bisa tekan ngendi?
Nanging Paijo wis pasrah. Duwit saka blanja pabrik kabeh diwenehke bojone. Continue reading