Resensi Buku Laskar Anak Pintar

oleh Agus Yulianto, S.Pdi
1234814_1402584506635211_1356398086_n
Novel anak yang berjudul Laskar Anak Pintar merupakan gambaran kisah petualangan seorang bocah yang bernama Maman, Lukman, Daud, Iqbal dan Sholeh.Mereka berlima hidup disuatu daerah pedesaan yang jauh dari keramaian kota.

Mereka berlima merupakan anak dari keluarga sederhana.Maman anak seorang buruh serabutan yang meninggalkan bangku sekolahan dikarenakan ayahnya tidak sanggup untuk membiayai sekolah, Sholeh merupakan anak dari seorangl elaki yang berjualan pisang goreng keliling kampung, Sholeh merupakan anak yang cerdas, pandai dan selalu mendapatkan beasiswa.Tak ketinggalan Daud, Iqbal dan Lukman mereka semua sama berasal dari keluarga yang sederhana. Mereka merupakan sahabat yang sejati, meskipun keduanya memiliki karakter yang berbeda. Dalam hal ini Maman dikisahkan sebagai seorang anak yang tidak menempuh pendidikan Sekolah dan Sholeh merupakan seorang anak yang menempuh pendidikan atau anak sekolahan. Hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk mereka berdua. Biarpun berbeda status sosial ekonomi mereka, rasa kepedulian tetap ada didalam diri mereka. Sikap saling tolong menolong, menghormati sesamanya, serta rasa ingin menegakkan agama dengan cara yang mereka lakukan sungguh sangat mengesankan dan bisa dapat di jadikan contoh untuk anak-anak di era sekarang yang sudah mulai terkikis dengan budaya cyber.

Didalam buku ini kita dapat belajar dari seorang anak kecil yang memiliki kepedulian yang baik untuk lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka anak yang berasal dari keluarga miskin dan sederhana, namun dibalik itu semua mereka mampu menjadi pahlawan kecil di daerah tempat tinggal mereka.Berbagai permasalahan di kampungnya mampu mereka hadapi dan selesaikan bahkan solusipun mereka berikan kepada orang dewasa. Hal ini mengingatkan bahwa anak kecil saja bisa berbuat kebaikan, apalagi kita sebagai orang dewasa selayaknyalah harus bisa lebih baik.

Sumber http://yuliagusyulianto.blogspot.com/2014/02/review-buku-irc.htm

Advertisements

Promo Novel Anak : Laskar Anak Pintar

1234814_1402584506635211_1356398086_n

Sholeh, Maman, Lukman, Daud, dan Iqbal, adalah lima sekawan. Mereka berlima hidup di sebuah daerah pedesaan yang cukup jauh dari perkotaan. Mereka berlima adalah anak dari orang-orang miskin dan sederhana. Sholeh adalah anak lelaki penjaja pisang goreng keliling kampung dengan berjalan kaki. Namun demikian, Sholeh adalah anak yang berprestasi dan selalu mendapat beasiswa.

Maman adalah satu di antara lima sekawan yang tidak sekolah karena bapaknya yang hanya buruh serabutan, tak mampu menyekolahkan. Padahal, Maman sebenarnya sangat ingin sekolah, memakai baju merah putih.

Biarpun mereka berlima miskin dan sederhana, bahkan ada Maman yang tidak sekolah, namun mereka mampu memikirkan jalan keluar masalah bagi orang-orang di sekelilingnya. Mereka adalah anak-anak yang kritis dan cerdas. Lalu, pada suatu hari ada kejutan buat Sholeh dan Maman yang membuat keduanya sangat bahagia. Kejutan apakah itu? Ikuti perjalanan seru lima anak desa ini hingga selesai, ya!

Penulis Andri Saptono,
Penerbit : Indiva Kreasi (Lintang)
ISBN : 9786021614006
Tebal : 124 hal
harga 18.500,-

kalau mau beli online di sini
http://indivamediakreasi.com/new/index.php?route=product/product&path=59&product_id=166

PROMO BUKU BARU! Kumcer Anak Islami ‘Tanda Lahir Keberuntungan’

Ringan, menarik dan penuh hikmah. Banyak kisah dalam buku ini yang mungkin tak jauh dari kejadian nyata yang dapat diambil ibrahnya untuk anak-anak. Simpel dan mudah dipahami anak-anak.

(Fani Wardhana – Mahasiswa Ma’had Abu Bakar Ash Shidiq Solo)

Inspiratif! Aplikatif! Itu komentar saya untuk buku ini. Simple mudah dipahami karena sesuai dengan realita yang ada. Pokoknya mumtaz deh!

(Ibnu Adzim – Mahasiswa Ma’had Abu Bakar Ash Shidiq Solo, yang suka mengaku sebagai pengangguran.)

Tada…!!!
Ini dia buku untuk sobat-sobat kecilku… Ya, benar, buku kumpulan cerita anak Islami yang bertajuk Tanda Lahir Keberuntungan (mengambil salah satu judul cerita) kini sudah terbit. Tepatnya terbit bulan juli oleh penerbit Selaksa Publishing, (divisi Era Intermedia).

Menurutku buku kumpulan cerita anak ini adalah buku yang menarik. Ada 19 kisah yang termaktub dalam buku. Setiap kisah ada hikmah yang aku tuliskan di akhir buku + ilustrasi cantik pada setiap kisahnya. Kurasa sobat kecil semua pasti suka. Selain kita dapat hikmah kita juga mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Karena kisah-kisah ini adalah kisah sederhana keseharian yang akan memotivasi kita.

Untuk sementara buku ini masih dicetak 2000 esksemplar. Sobat-sobat kecil dapat mendapatkannya di toko buku terdekat, atau langsung pesan ke penerbit. Yah, mungkin kita akan dikenai ongkos kirim. Namun itu kurasa sepadan dengan apa yang kita terima bukan?

Baiklah ini spesifikasi buku kumcer anak Islami milikku:
Tebal : viii + 135 hal
Harga : 27. 500
Penerbit : CV Selaksa Publishing (Era Intermedia)
Penulis : Andri Saptono
Editor : Nana Mayatul Husna, Nafi’ Fitriana
Cetakan pertama : Sya’ban 1433 / Juli 2012

Ayo buruan, segera dapatkan buku kumcer anak Islami ini. Bakal nggak rugi deh!

Salam,
Penulis

pembelian online di selaksa.net

Tersesat di Pasar Tiban

dimuat di cerita kita Suara Merdeka

Pagi yang bening. Embun masih enggan berpisah dengan pucuk daun. Kukuruyuk ayam jago di halaman membuka pagi ini yang cerah ini. Nisa baru saja merapikan selimutnya. Hari ini adalah hari libur. Ia memang bangun agak terlambat. Namun ia sudah sholat subuh sejak tadi.

Ya, hari ini hari libur. Ada banyak rencana yang ingin ia kerjakan. Jam delapan nanti ia bersama Ani mau pergi ke pasar tiban di kota.

Pasar tiban itu apa ya dan Nisa mau beli apa di pasar tiban sana?

Pasar tiban itu adalah pasar yang ramai pada hari libur saja. Para pedagangnya bukan pedagang tetap, tapi mereka berdatangan dari berbagai tempat dan menggelar dagangan atau lapak di sana.

“Nanti Nisa libur kan?” tanya Umi yang membawa sayuran mau memasak di dapur.
“Iya Mi. ada apa?”
“Kebetulan, Abi mau pergi ke rumah nenek. Nanti Nisa ikut sama Abi. Umi tidak bisa ikut karena mau membantu Ibu Rahmah yang baru saja melahirkan adik kecil.”
“Ehm…tapi Umi…” Nisa bingung. Ia kan punya rencana mau pergi ke pasar tiban di kota.
“Ada apa? Apa Nisa punya rencana lain.”
“Iya sih Mi. Nisa sudah janji mau pergi sama Ani ke pasar tiban di kota nanti siang. Bagaimana dong?” Continue reading