Gunung Lawu; Sepotong Keajaiban Surga Di Dunia

gunung-lawu
Salah satu yang unik, kontur muka gunung Lawu mirip wajah perempuan yang sedang tidur. Ya, biarkan ia lelap dalam mimpinya. Kau hanya harus melintas dengan tenang, membiarkan ia dalam kedamaiannya. Seorang peziarah atau pendaki tak pantas menganggu kedamaiannya. Hanya orang bodoh yang tak paham tata karma akan merusak pemandangan gunung ini dengan kotoran dan sampah.

Gunung Lawu ini sebagaimana dalam kalam Al-Qur’an adalah pasak yang menjaga agar bumi ini tak runtuh. Jika kalian paham, kalian akan sangat bersyukur dengan adanya gunung Lawu ini. Ia bukan sekedar paru-paru dunia, cagar alam atau, bukan pula sekedar tempat menyimpan air. Ya, ia adalah pasak bagi bumi ini agar tak hancur.

Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl adalah sebuah keajaiban surga di dunia. Ia mewujud sebagai kosmos kecil dalam wujud yang mengada: gunung. Mereka yang ingin mengenali diri mereka masing-masing silakan datang ke sini. Kuatkan niat kalian menjadi manusia bumi saat mendaki puncaknya. Setiap perjalanan, setiap jengkalnya akan menjadi pelajaran bagi kalian. Dan keberhasilan itu akan menjadi hakiki setelah kalian mengetahui makna manusia bumi, khalifatullah alam ini.
poster
Akan kuperkenalkan tiga puncak keindahan dan kemegahan gunung ini.

Argo Dalem
Di tempat ini terdapat petilasan Raja Brawijaya, raja Majapahit. Di puncak ini ia menepikan dirinya (madheg pandhita) dan moksa kembali kepada Tuhannya.

Argo Dumilah
Di tempat ini pelayan sang raja, Naya Genggong, ikut moksa. Ia di daulat menjadi Sunan Lawu. Berujud burung jalak dan menjadi pengingat bagi para pendaki tersesat agar ia tetap ingat. Terkadang memang semangat akan bertumbuh dengan hadirnya burung-burung yang menghampiri pendaki tersesat seperti yang pernah saya alami. Saat itu hujan badai itu saya hampri putus asa. Tidak tahu apakah saya kuat terus menanjakkan kaki hingga puncak. Saat itu nyaris sepi tak ada manusia dan pendaki lainnya.

Dalam keputusasaan itu, alhamdulillah, saya berjumpa dengan seekor jalak yang tiba-tiba menukik turun ke depan langkah saya. Ia menatap saya, seperti berbicara. Menguatkan saya untuk tetap melangkah. Karena jika berhenti, mungkin saya akan hipotermia, mati. Saat itu tangan sudah gemetar dan ngilu karena dingin.

Burung itu menebarkan semangat yang mulai muncul. Rasa persahabatannya pada saya membuat saya terus melangkah. Alhamdulillah, saya menjumpai sebuah pos V. Ya, saya akan terus mengingat saat itu. Saat-saat yang mendebarkan dan melahirkan kembali diri saya ketika telah sampai puncak.

Argo Dumuling
Di tempat ini para pelayan, Sabda Palon, juga moksa. Moksa adalah pergi ke nirwana tanpa raga. Dan kebahagiaan apa yang bisa dicapai dalam wujud fatalistis itu? Oh, saya hanya membayangkannya. Bagaimana sebuah roh tinggal dalam gunung dan menjaga di sana. Barangkali itu adalah sebuah kebaikan.
Dan banyak tempat lagi di gunung ini. Tentang Warung Mbok Yem, Sendang Drajat, Sumur Jalatunda atau tempat-tempat lainnya. Aku ingin bertutur banyak hal tentang gunung ini. Namun kata-kata biarlah berangkat dalam rahasia. Aku hanya ingin mengantarmu lewat aksara di pintu gerbangnya. Selebihnya adalah kisah pendakianmu dan ziarah ke dalam dirimu sendiri.
Ah, sebagai penutup aku ingin mengutip seorang Syekh dari Arab yang diajak jalan-jalan ke Lawu, ia berkata. Hadzihi jannah… ini adalah sebuah surga. Ya, ia benar. Gunung Lawu adalah sebuah Keajaiban Surga di Dunia…
banner_blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s