Supeltas: Sepele Nanging Gedhe Khasiate

Supeltas: sepele nanging gedhe khasiate
Supeltas: sepele nanging gedhe khasiate

Ketika jam ngantor pagi atau berangkat sekolah, kita hampir tak bisa memilih lagi jalanan mana yang tidak terkena macet. Statiska kemacetan per tahun menunjukan grafik peningkatan. Arogansi pengendara motor alias si raja jalanan, terutama yang membuat jalanan akhir-akhir ini makin semrawut. Begitu pula aktivitas pemakai jalan lain yang tidak mengindahkan peraturan, seperti angkutan bus yang ‘berhenti di sembarang tempat’ ketika menurunkan penumpang. Fakta inilah yang menyebabkan harga selembar nyawa seakan menjadi murah dan sia-sia di jalanan.

Pesona Supeltas

Di Solo kehadiran para Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) yang membantu kelancaran lalu lintas seperti di perempatan Coyudan, bundaran Baron, bundaran Purwosari, Lawang Gapit sebelah barat, dan beberapa ruas jalan yang ‘belum layak’ dipasang trafigh light yang justru kemacetannya luar biasa dan sering terjadi kecelakaan, amat signifikan membantu mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan. Pengakuan terhadap peran positif mereka juga kerap menimbulkan simpati elemen masyarakat, seperti pemberian ‘saweran’ hingga bingkisan oleh beberapa elemen masyarakat pada moment-moment tertentu, misalnya ketika bulan Ramadhan.

Dari relasi yang menarik inilah yang membuat pekerjaan supeltas bahkan bernilai ibadah. Jika dianalogikan (kiyas) dengan menyingkirkan duri dari jalan saja sudah dianggap shodaqoh, apalagi para supeltas ini, yang sukarela mengatur jalanan yang sama sekali tidak sesederhana seperti yang kita lihat, baik keruwetan dan tingkat stress tinggi di jalanan. Apalagi seperti yang kita lihat jalanan setiap hari bukan makin longgar atau lancar, tetapi sebaliknya, jalanan berubah menjadi area parkir, bursa mobil, atau tempat berjualan kaki lima.

Butuh Pelatihan dan Pengembangan
Sekilas bisa dilihat menjadi Supeltas sangat diperlukan fisik yang kuat, yang tahan berpanas-panas di jalanan. Namun sebenarnya mereka juga memerlukan keahlian untuk mengendalikan lalu lintas. Karena tanpa keahlian dan pengamatan yang cerdas itu, jalanan hanya akan menjadi ruwet dan membuat jalanan tambah macet. Tetapi andaikan mereka dibekali lagi dengan ketrampilan mengatur lalu lintas alangkah sangat membantu peran supeltas itu sendiri. Tentu hal ini harus mengikutsertakan aparat polisi dalam pembinaan dan memberikan pelatihan kepada para Supeltas.

Di Solo, kerjasama antara polisi dan supeltas ini di beberapa tempat di Solo memang sudah terlihat, namun akan lebih bernilai plus lagi, andaikan Supeltas ini mendapat perhatian dan pembinaan dari Polisi karena peran mereka yang positif dalam membantu ketertiban di jalanan. Atau mungkin kehadiran mereka bisa diadopsi oleh daerah lain yang selama ini mempunyai masalah kemacetan lalu lintas.

Profesi supeltas memang sebuah hal remeh, namun mereka memberi kemanfaatan yang luar biasa. Orang Jawa bilang, sepele nanging gedhe khasiate!

sumber gambar: surakarta.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s