Tragedi Rok Mini

images
Ratna buru-buru melepas jilbab yang ia kenakan, ia masukkan dalam tas. Jilbab itu hanya akan menutupi rambut yang lurus indah yang baru saja ditreatment paling mahal di salon. Apalagi sebentar lagi Hengki datang menjemputnya.

Ya, Hengki adalah seorang pekerja advertising sukses. Gajinya setiap bulan puluhan juta. Ratna sudah jatuh cinta kepada Hengki sejak SMA. Dan sekarang Hengki mau mengajak makan malam. Ini sungguh kebahagiaan luar biasa untuknya. Kalau Hengki nanti tidak nembak duluan, ia tak akan malu menyatakan cinta padanya, putus Ratna.

Mobil Avansa itu berhenti tepat di depan Ratna. Ratna mengembangkan senyuman. Hengki yang tampan itu turun dari mobil seperti sesosok pangeran dalam sinetron.

“Maaf, sudah lama nunggu?” tanyanya penuh simpati membuat Ratna melambung.

“Ah, nggak. Baru aja kantor selesai kok,” jawab Ratna dengan tetap memasang senyum.

Tak apa sedikit berbohong. Padahal sudah setengah jam lalu kantor tutup.

Hengki dengan gentleman membuka pintu mobil, membiarkan Ratna masuk. Di dalam mobil Ratna masih diam, tapi tangannya sesekali menyentuh rambut yang tergerai indah itu.

Hengki memperhatikan itu. “Tumben jilbabnya dilepas.”

“Ah, iya. Sekarang cuaca kan panas sekali. Pasti ini karena global warming ya.”

“Oh, gitu. Tapi bagus kok kalau dibiarkan tergerai seperti itu. Kamu cantik.”

“Ah, biasa saja kok.”

Sebenarnya batin Ratna melambung ke langit ke tujuh.

“Betul. Sumpah deh.” Hengki bersikeras, membuat Ratna makin melambung ke langit ke delapan. Ia tersenyum menatap ke depan, dan merasa makin senang ketika Hengki memegang jemari tangannya lalu dicium tepat mulutnya. Bagi wanita artinya itu adalah pengaguman tingkat tertinggi terhadap wanita.

***

Makan malam itu sempurna. Ratna selalu tergiang di kantor ketika malam romantis itu pertama kali ia lalui. Ketika pertama kali Hengki mencium tangannya dari seberang meja. Ah, rasanya dunia ini begitu indah.

Hari ini Hengki akan mengajak kencan lagi. Ia sudah tak sabar menunggu waktu pulang nanti. Rasanya jam serasa tak bergerak sama sekali. Sudah empat kali ia menengok jam dinding, dua kali pada jam di hape, dan dua kali bertanya pada Ina rekan sekantornya, hingga temannya itu sewot bukan main.

“Ingat Non! Jangan terlalu cinta mati pada lelaki. Cintai aja sekedarnya. Entar kalau patah hati bisa berabe.”

“Ah, Hengki anaknya seratus persen baik kok. Dan dia memang tampan banget seperti artis korea..”

“Ya, tapi kamu harus tetap hati-hati.”

Ratna tak ingin mendengarkan peringatan Ina. Ia jatuh cinta berat dengan Hengki dan rela hidupnya ia serahkan sepenuhnya pada Hengki.

Semakin hari perjalanan cinta mereka bertambah jauh. Seperti mengarungi pulau keindahan. Lebih banyak yang ingin dijelajah. Lebih banyak yang ingin ditelusuri. Ratna juga bahagia. Dia merasa menemukan seorang lelaki idamannya. Tampan, kaya, pintar dan bisa membuat ia melambung tinggi dari tatapan matanya, dari sentuhannya dan banyak hal lagi. Ia pun sudah tak peduli walau harus melepas jilbab, karena Hengki bilang dia lebih cantik dengan rambut tergerai seperti itu.

“Kamu itu cantik dengan t-shirt putih ini kalau ke pesta nanti. Apalagi kalau pakai rok merah itu. Artis Luna Maya masih kalah cantik dengan kamu.” Hengki melancarkan rayuan gombal. Ia memang ingin agar Ratna mau memakai kaos you can see lebih seksi, biar bisa dipamerkan kepada teman-teman di kantornya. Biar semua teman kantornya tambah iri.

“Ehm, tapi itu kan agak mahal, Yang.”

“Ah, gampang. Kalau kamu mau pakai nanti aku beliin. Terus kita berangkat bersama ke pesta temanku.”

Begitulah Hengki ingin membanggakan Ratna di pesta temannya. Aturan main di pesta siapa yang lebih hot biasanya akan menjadi pusat perhatian. Dan Hengki yakin Ratna bisa ia banggakan di antara mereka.

***

Ratna sudah tak sabar menunggu menunggu Hengki datang. Akhirnya telepon berdering.

“Dimana sih kamu say? Cepet ya. Aku sudah lama nunggu lho.”

“Maaf, gimana untuk kali ini kalau kamu naik taksi aja. Soalnya aku harus ngantar yang punya pesta dulu untuk ngambil sesuatu. Mau ya?”

“Ah, gimana sih!”

“Maaf sayang. Nanti kita pasti ketemu di pesta kok.”

“Bener ya!”

Setelah telepon ditutup, buru-buru Ratna menuju ke jalan. Ia hendak mencegat taksi. Tapi taksi lama tak terlihat.

“Dimana sih mereka?” keluhnya tak sabar.

Yang datang bukan taksi tapi angkota kosong. Hanya ada dua lelaki di dalam. Tampang mereka berewokan angker.

“Mau kemana Neng? Di belakang kosong kok,” si sopir menyembul dari depan.

Ratna gamang mau numpang angkot. Kan tidak keren datang ke pesta naik angkot. Dan ia juga ingat berita yang santer kalau sering terjadi pemerkosaan di angkot. Dan si sopir juga melihati dia dari ujung kaki hingga rambut. Ratna merasa tak senang si sopir kurang ajar.

“Ayo ikut aja Neng. Daripada nunggu yang nggak dateng. He he…” menyeringai sopir. Kawannya di belakang juga komentar yang tidak pantas padanya. Ratna melotot, tapi lelaki itu malah tertawa makin keras..

Ratna lega karena angkot gila itu pergi. Dan ia agak mual dengan ucapan si sopir yang jorok itu. Ya, walaupun sedikit bangga juga dikatakan sexy sih. Tapi, itu kan hanya Hengki yang berhak bilang seperti itu.

Akhirnya taksi yang ditunggu datang. Ratna pilih duduk di depan karena tak sabar.

“Ke hotel Ahram Pak.”

Si sopir dengan tenang melajukan kendaraan. Ratna sudah lega ia dalam perjalanan ke pesta. Sebentar lagi akan bertemu Hengki. Biar lebih enak duduknya ia menumpangkan kakinya karena rok itu terlalu ketat.

Si sopir yang setengah mabuk menjadi terasa berdenyut ketika melihat pemandangan itu. Ia menelan ludah. Ia berusaha untuk menggisar pikiran tak pantas itu.

“Kok pelan sih Pak. Agak cepet dong” pinta Ratna.

“Iya…iya Mbak…” suara parau sopir itu keluar. Ratna mulai menyadari kalau sopir itu melirik pahanya. Segera ia membetulkan letak duduknya merasa tak senang pahanya dilihati si sopir.

Si sopir kembali melirik lagi. Sudah empat kali ia melihat paha mulus itu. Dahinya berkeringat. Jantungnya berdegupan kencang. Ia juga teringat pertengkaran dengan istri di rumah tadi siang.

“Ah, kamu kerja nggak bawa uang, minta dilayani seperti tuan besar.”

“Aku kan suami kamu. Sudah kewajiban kamu untuk melayani aku.”

Pertengkaran selalu dimulai karena uang. Seakan istrinya mau menyayangi ketika ada uang saja, persis seperti peribahasa : ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang seperti anjing kudisan.

Si sopir mendengus kesal. Ia ingin membalas pada istrinya. Tak sengaja ia menyentuh paha itu ketika mau ganti kopling. Benar-benar tak sengaja karena ia memang mabuk.

“Apa sih Pak?” Ratna melotot melotot menyeramkan. “Sengaja ya!”

“Sumpah. Nggak sengaja Mbak…”

“Ah, dasar brengsek. Pura-pura tak sengaja!”

“Bener Mbak nggak sengaja kok.”

Ratna tak terima. Ia mencaci maki si sopir itu dengan ucapan kasar. Si sopir juga tak mau kalah. Ia membalas suara tajam Ratna.

“Siapa yang sengaja Mbak! Mbak sendiri yang sengaja ngebuka lebar-lebar seperti itu pada saya. Bener kan!”

Ratna tak terima. “Eh, enak aja. Bapak sendiri yang punya pikiran kotor.”

“Kalau iya kenapa! Mau turun di sini?!”

“Eh, kamu gila Pak. Ayo cepat antar saja dan saya tak akan pernah naik taksi ini!”

Si sopir tertawa. Taksi malah dipercepat lagi. Ratna kaget ketika taksi membelok jalan.

“Kalian wanita mata duitan. Kamu mau duit kan?”

Ratna panik. Ia ternyata baru menumpang sopir taksi gila.

“Hentikan Pak!!! Hentikan……. Tolong!!!!!”

Tapi taksi terus melaju, masuk ke dalam kegelapan hutan. Ratna sangat panik. Bahkan ketika taksi berhenti di tengah hutan.

“Mau apa kamu?! Kita dimana? Cepat ayo kembali! Atau aku teriak!”

Si sopir menatap tajam Ratna dengan bengis. Ia ingat penghinaan istrinya. Bibirnya menyeringai tajam. Dengan sekali tamparan keras ia membuat Ratna pingsan. Dan ia pun melakukan semua itu dengan mudah.

Headline koran pagi:

TRAGEDI ROK MINI.

Nasib naas menimpa R, gadis cantik berusia 21 tahun ini. Ia ditemukan tergeletak pingsan di pinggir hutan. Kaos ketat dan rok mini yang terlepas dari tubuhnya ditumpukkan di atas tubuh itu ketika pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang lewat. Hasil otopsi menyatakan ia dibuang dipinggir hutan setelah diperkosa. Polisi juga masih mengurai kasus ini apakah ada kaitan juga dengan beberapa kasus pemerkosaan yang mulai marak akhir-akhir ini, terutama untuk para korban yang kebanyakan memakai rok mini!

Karanganyar, Maret, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s