The next level …..

Apa yang kita jalani besok, senantiasa diri kita tidak tahu, dan tidak mesti harus tahu. Pola perjalanan hidup orang per orang berbeda. Ada yang lempeng. Ada yang berliku-liku. Ada pula yang senengnya nyerempet ke arah yang suram-suram. Ada pula yang centang perenang.

Semua hakikatnya menuju kembali kepadaNya. Tiap perbuatan (amalan) akan mendapat balasannya. Karena itulah Dia (Allah) adalah sebaik-baik tempat kembali. Yang paling beruntung tentu saja adalah orang-orang yang beriman. Mereka percaya kepada hari pembalasan. Bahwa akan ada kehidupan setelah kematian.

Ali Imran : 169. “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[1] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”

Lantas dunia bukan juga sebuah hal yang mesti harus ditiadakan. Ia ada karena kita tinggal di dalamnya, didaulat sebagai khalifah fil ardhi, sebagai mbahurekso dunia. Manusia lantas membuat pilihan. Menjadikan dunia ini sebagai titik tolak untuk beranjak ke dunia abadi, atau sebaliknya menjadikan dunia ini sebagai tujuan abadinya.

Kita pun hanya bisa meminta belas kasih kepada Allah, agar kita dimudahkan dalam dunia ini. Bukan orang miskin yang yang mengkufuri nikmat hingga ujungnya kafir. Atau menjadi orang yang lalai karena diberi dunia yang banyak, yang semua itu adalah ujian.

Lantas saya juga menyadari bahwa di umur yang likuran tahun ini, apa yang telah saya perbuat yang bisa menjadi batu loncatan saya agar kelak tidak jatuh dalam jurang maha celaka itu (baca : neraka). Jikalau dihitung-hitung umur dan waktu saya yang telah saya pergunakan untuk kebaikan dengan pamrih dibalas ganjaran oleh Allah, serta kebodohan dan kejahilan saya yang pastinya juga akan diganjar oleh Allah dengan keburukan pula.

Saya merinding membayangkannya. Betapa seluruh umur saya adalah kesia-siaan. Sangat jauh dan amat sombong bila dikatakan saya telah menjadi orang baik dan pantas masuk surga. Bahkan, bisa dikatakan saya ini amat sangat tidak layak, bila dihitung dengan perhitungan manusia, bahwa saya bisa lolos seleksi untuk masuk surga.

Coba hitung saja, seluruh umur anda.
Berapa jam anda tidur = adalah waktu sia-sia (tidak produktif).
Berapa jam anda bersembayang wajib = 10 menit x 5 (per hari)
Berapa jam pula anda membuat pilihan yang buruk (dzalim)

Bisa ditebak, hasil semua hitungan itu adalah kenyataan buruk yang akan kita hadapi di masa depan nanti. Tentu saja timbangan buruk kita yang berat pasti balasannya adalah keburukan pula alias neraka.
Sedangkan mereka yang amalan kebaikannya lebih banyak, mereka adalah orang-orang beruntung. Ganjarannya adalah surga. Dimana kenikmatan mengalir tidak habis-habisnya. Kebun-kebun kenikmatan dari amalan kebaikan yang telah kita tanam di dunia akan berbuah berkali kali lipat di surga. Subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar!!!

Sungguh, akan lebih baik dari apapun, atau bahkan saya tak perlu berdoa agar dimasukkan ke surga, asalkan saya bisa terlepas dari neraka. Hanya itu doa kita semua pada akhirnya. Cukup agar kita bisa terlepas dari neraka.

Terlepas dari memandangnya,
Terlepas dari mencium baunya
Terlepas dari menyentuh apinya
Terlepas dari bayangan untuk memasukinya

Sungguh, hanya tujuan inilah yang seharusnya kita raih. Tidak perlu yang lain. Lantas bukankah semua itu hanyalah ikhtiar kita untuk mendapat belas kasih Allah. Semua contoh suri tauladan terbaik itu hanya pada ada nabi yang ummi, nabi Muhammad SAW.

Dia adalah suri tauladan yang terbaik
Dia adalah yang disucikan
Dia adalah yang akhlaqnya Al Quran

Tak pantas kita lantas berpaling darinya. Adalah orang paling bodoh yang akan melakukannya. Memilih untuk sengsara pada hari pembalasan itu. Sudah seharusnya kita menaikkan level kita ke tahap berikutnya. Jangan terus-terusan berkubang dalam kebodohan. Tapi berupayalah untuk melepaskan diri dari kebodohan menuju ilmu. Karena hanya ilmu itulah yang akan menjaga kita kelak.

“Puncak segala ilmu adalah dipahamkan dinullah. Al quran, hadits nabi dan faraidh. Yang lainnya adalah tambahan.”

2 thoughts on “The next level …..

    • taqaballohu minna wa minkum…
      harapan kita semua semoga kita punya semangat baru untuk menjadi orang yang lebih baik di hari-hari depan…
      keep sedjatee always…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s