LELAKONE PAIJO

163801_demo-buruh-pertamina_663_382
disiarake dening harian solo pos jagad jawa

Tanggal enom, tanggalane wong buruh pabrik blanjan kudune Paijo bungah atine. Nanging kasunyatan dudu kuwi sing rasakne Paijo sing kedurung-durung malah susah. Kanggo buruh pabrik sing sarwa kurang kaya dheweke, kahanan iki sing adat kalakon.
“Wingi Pak Marno sampun nagih duwit kontrakane Mas?” semaure bojone karo nduduhke memo saka Pak Marno ana kertas sesuwek. Isine tulisan : Sampun nunggak rong wulan mas duwit kontrakan. Yen taksih nunggak maleh, kontrakan bakal kula wenehake tiyang sanes!
Liyane kuwi ana tagihan warung sing kudu dibayar.
“Warunge Bu Surti sampun rong sasi dereng disaur mas. Kula mboten wani utang maneh yen dereng dilunasi dhisik.”
Paijo judeg mikir mecahne masalahe kuwi. Intine gajine dheweke ora nyukupi kanggo nyaur utang kabeh. Keporo tambah nggrantes maneh dheweke dirumahke saka pabrik triplek, papan panggonane nyambut gawe lima welas tahun kuwi.
“Niki samun kebijaksanaan pabrik mas. Pabrik kapeksa ngelongi pegawenipun. Panjenengan punika satunggalipun pegawe ingkang dipun lereni rumiyin. Menawi mangke wonten tambahan pegawe panjenengan badhe ditimbali maleh. Kula namung ngaturaken punapa ngendikane Pak Direktur. Lan niki gaji pungkasan panjenengan kaleh sekedhik arto saking pabrik kangge tali asih.”
Paijo metu kluntrang-kluntrung saka jero kantor direksi. Nasibe ora bedha karo kanca-kancane liyane. Dheweke ngerti cara licik direksi kanggo ngurangi para pegawe lawas. Wiwit mulane para pegawe lawas dirumahke nganti suwe babar blas ora ana panggilan. Mesthi wae kahanan sing ora kepenak kuwi marakne wong terus bingung. Akhire para pegawe sing dirumahke pilih metu dhewe saka pabrik golek gaweyan liya. Saka kahanan iki pabrik genah entuk keuntungan ora kudu nyangoni pegawe minangka mbayar duwit PHK.
Dheweke uga ngerti yen pabrik sakjane isih terus nambah pegawe kontrakan anyar. Rencanane kabeh pegawe lawas mau diucali siji-siji saka pabrik diganti pegawe kontrakan anyar. Pegawe kontrakan luwih gampang disetir pabrik amarga pegawe kontrakan ora duwe hak apa-apa neng pabrik umpama metu utawa dipecat saka pabrik.
Paijo bingung mikirke nasibe sak banjure saka pabrik. Duwit ora akeh kuwi mesthi wae entek yen kanggo nyaur utang kabeh. Blanja mung sakjuta ditambah duwit tali asih mung rong atus ewu wae bisa tekan ngendi?
Nanging Paijo wis pasrah. Duwit saka blanja pabrik kabeh diwenehke bojone. More

Gupala Buntung

dimuat di joglosemar 2/5

1514221_gupala200cm
Kehidupannya terlampau sederhana. Sebagai seorang pemahat yang ingin terus berkarya ia memutuskan untuk menyepi dengan tinggal di puncak Lawu, di antara bedeng rumah seng yang dibangun untuk para peziarah di Argo Dumilah . Untuk hidup ia mencari kayu bakar yang dijual ke warung Mbok Yem. Sebagai gantinya ia mendapatkan makanan, beras serta mie instan. Kadang kala ada pengunjung yang datang membeli sebuah patungnya, yang rata-rata ornamen dan abstrak saja. Ia tak pernah memasang harga pada patung-patungnya itu.
“Itu hanya untuk keindahan saja. Silakan dibayar seikhlasnya.”
Pernah seorang pejabat tinggi datang ke puncak Lawu ini membeli sebuah patung dengan harga sepuluh juta. Padahal itu hanya patung biasa. Si pemahat tentu tidak menolak. Tetapi ketika mendengar patung itu ditaruh di ruang kerja si pejabat, dan setiap malam tertentu diberi bunga tujuh rupa serta dibacakan mantra-mantra, si pemahat marah-marah dan membakar beberapa patungnya yang lain.
Si pemahat tak menginginkan karyanya disembah dan diperlakukan begitu. Hal itu membuatnya tersinggung.
Maka sejak itu ia memutuskan tidak menjual lagi patungnya. Namun karena itulah para pembeli makin berdatangan. Hingga ia terpaksa turun gunung dan menyepi di komplek pemandian di Matesih ini. Di komplek pemandian ini tempatnya sepi dari pengunjung dan nyaman untuk bekerja.
Karena turun tak membawa apa-apa, ia mulai kesulitan mencari makan. Pekerjaannya banyak menumpuk tak selesai. Sudah seharian ia belum makan. Kemarin saja ia hanya makan sebuah durian pemberian dari seorang pedagang di depan komplek pemandian ini. Tetapi perutnya masih berkukuruyuk kalau belum kemasukan nasi. Ia ingin makan nasi.
Ia terpaksa berhutang ke sebuah warung makan yang dekat tempat kerjanya. Ia akan membayarnya dengan salah satu patungnya yang sudah jadi itu, yang paling bagus.
Pemilik warung yang jatuh kasihan, membolehkan.
“Ibu boleh pilih salah satu patung-patung itu. Harganya cukup mahal kalau dijual untuk souvenir lagi,” kata si pemahat.
“Tidak usah Pak. Kalau sampeyan lapar, silakan ke sini. Makan di sini. Soal bayaran besok kalau sudah ada uang.”
Si pemahat berterima kasih pada si pemilik warung. Bahkan si pemilik warung itu berbaik hati ikut mempromosikan patung-patung karyanya.
“Apa dia membuat patung Gupala seperti yang di taman depan itu? Kalau ada aku mau beli. Banyak sih yang terbuat dari batu, tapi saya ingin yang terbuat dari kayu,” tanya seorang pengunjung. Sepertinya pengunjung ini orang berduit atau seorang pejabat. Mobilnya di depan bagus. Jika dilihat dari nomer plat mereka mereka adalah pejabat nomer satu di kota Solo ini. Dan dari lagaknya yang misterius, tampaknya ia tak jauh beda dengan beberapa pejabat yang senang melakukan ritual-ritual mistis di lereng Lawu ini. More

Perayaan Kesepian Perpustakaan Daerah Karanganyar

Perpustakaan-Daerah-Karanganyar
Road show perpustakaan nasional berjalan dengan setengah hati. Acara yang berlangsung ahad, (23/12), yang dihadiri berbagai eleman masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas sastra, masyarakat umum, di pendopo Bupati Karanganyar berlangsung semacam seremonial belaka atau membenarkan tuduhan sebagian peserta, acara itu hanya untuk ‘menghabiskan anggaran akhir tahun’. Apa pasal? Acara yang seharusnya digadang menjadi jembatan antara masyarakat buku di karanganyar dan perpustakaan nasional itu, yang dalam undangannya akan menghadirkan narasumber yang kompeten dan lengkap, ternyata sangat bertolak belakang. Bupati yang dijadwalkan hadir juga tidak hadir dan hanya lewat sambutan wakilnya saja. Kepala perpustakaan nasional juga tidak hadir juga diwakilkan. Setda Karanganyar, juga tidak bisa hadir. Anggota DPR Komisi X yang terhormat yang menjadi wakil rakyat, yang seharusnya selalu turut serta berada di depan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, seperti yang selama ini mereka citrakan, ternyata juga mangkir! Hingga akhirnya dalam keadaan yang tertatih-tatih acara itu tetap berlangsung dengan dua narasumber, yaitu kepala perpustakaan karanganyar sendiri dan perwakilan dari perpustakaan nasional Jakarta.

Nasib Masyarakat Buku di Karanganyar
Seakan sudah menjadi aib bagi Karanganyar, bahwasanya keberadaan buku dan perpustakaan bukan sebagai variabel yang seksi dalam konstelasi politik praktis apalagi ketika sudah merambah pada kekuasaan. Inilah yang terjadi pada nasib perpustakaan daerah karanganyar. Rencana perpusda karanganyar akan digusur untuk perluasan open space alun-alun karanganyar, setelah dulu sempat pindah dari gedung olahraga ki ageng serang beberapa tahun silam, dan sekarang akan dipindahkan ke bekas RS Kartini, timur radio Swiba. Kondisi yang selama ini tidak lebih baik dengan nebeng di gedung milik KODIM itu, sekarang nampaknya akan menjadi lebih buruk dengan ‘dimasukkan ke bekas rumah sakit Kartini itu’. Menjadi pertanyaan, apakah sudah sangat sakit kondisi masyarakat buku dan perpustakaan di Karanganyar?
More

KISAH SEPENGGAL TANAH SURGA; Menyelamatkan Lahan Kritis

gundul

Andri Saptono*

Kata, Anis Matta, dalam orasinya tidak lama ini dalam milad organisasi partai politiknya, Indonesia adalah sepenggal tanah surga. Ya, kenyataan ini memang tidak bisa dinafikan. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu ditegasi lagi, memang Indonesia dulu adalah sepenggal tanah surga. Tapi itu dahulu. Sekarang, Indonesia adalah biografi luka hingga kiamat tiba, kata seorang penyair Hamid Jabar.
Wah, ini tentu saja bukan sebuah ejekan atau sikap pesimistis semata. Kenyataan ini sebaliknya hendak mengajak kita untuk bersikap positif dan arif. Tidak hanya kepada diri saya pribadi tetapi juga orang lain, yang masih mengaku cinta Indonesia, untuk mengembalikan kisah sepenggal tanah surga ini.
Indonesia bukanlah lantunan lagu-lagu Koes Plus jaman dulu, yang mengatakan tongkat dan batu jadi tanaman. Tapi, Indonesia sekarang yang makin gersang dan banyak luka menganga ini yang harus kita benahi.
Saya yakin Tuhan memberikan bumi dan isinya ini untuk kita olah dan kita ambil manfaatnya. Tidak hanya menikmati saja, tetapi mempunyai peran mengolah dengan baik.
Seperti diberitaan Republika Online, Eksploitasi hutan dan lahan secara masif pada satu dekade terakhir ini menyisakan kerusakan lingkungan yang tidak dapat dianggap remeh. Sekitar 33 juta lahan di seluruh Indonesia dinyatakan dalam kondisi kritis.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Hadi Daryanto, mengatakan sebagian besar titik-titik lahan kritis tersebut terletak di Pulau Jawa dan Sumatra. Di Pulau Jawa sendiri, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah lahan kritis terbanyak. “Di Jawa dan Sumatra banyak, terutama di Jawa Barat,” kata dia, Ahad (11/3).
Tingginya angka lahan kritis ini, menurut Hadi, disebabkan karena budaya masyarakat yang lebih menyukai menanam tanaman yang cepat menghasilkan. Akibatnya, banyak lahan yang semestinya menjadi resapan air beralih fungsi menjadi area pertanian. “Budaya bertani itu bagus, tapi harus dibarengi dengan menanam pohon,” ujarnya.

Apa sih lahan kritis itu
Ternyata tanah dan lahan mempunyai arti berbeda. Dalam bahasa Inggris tanah disebut Soil. Sedangkan menurut Dokuchaiev, tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga, terdiri dari lebar, panjang, dan dalam, merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.
Adapun lahan dalam bahasa Inggrisnya land. Lahan merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisis meliputi relief (topografi), iklim, tanah, dan air. Sedangkan lingkungan biotik meliputi hewan, tumbuhan, dan manusia. Jadi kesimpulannya, pengertian lahan lebih luas dari tanah.
Lahan kritis adalah lahan yang telah mengalami kemerosotan kesuburannya atau lahan yang dalam proses kemunduran kesuburan baik secara fisik maupun kimia dan biologi. Berdasarkan tingkat kerusakannya, lahan kritis dapat dikelompokkan menjadi lahan kritis potensial, lahan semi/hampir kritis dan lahan kritis.

Penyebab Lahan Kritis.
Terjadinya lahan kritis disebabkan antara lain oleh 7 (tujuh) faktor yang disingkat dengan PASEMIS.
P=Pengurasan kesuburan ( perladangan berpindah/ penebangan hutan tidak terkendali, pemupukan yang tidak memadai;
A=Api/pembakaran yang tidak terkontrol;
S=Sapi (pengembalaan ternak secara lepas dan berlebihan);
E=Erosi, hanyutnya tanah termasuk lonsor;
M=Modal kurang/miskin; I= Ilmu/informasi kurang; dan
S=Sosial/faktor dan status tanah yang komplek, kesadaran dan motivasi kurang.

Lebih detailnya ini nih :
Penebangan hutan yang tidak terkendali yang diikuti perladangan berpindah akan berakibat hutan menjadi lahan terbuka, sehingga butiran hujan akan langsung memapar tanah menyebabkan butiran tanah akan hancur dan terlepas. Selain itu jika butiran tanah terlepas maka air akan menghanyutkan humus dan unsur hara tanah. Jika humus dan unsur hara tidak ada kesuburan tanah akan hilang pula.
Api alias pembakaran yang tidak terkontrol terutama dalam persiapan lahan akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar daripada manfaat yang didapat. Pembakaran akan menghilangkan sumber bahan organik dan humus tanah, terganggunya kehidupan dan kegiatan jasad renik, hilangnya unsur hara tertentu seperti Nitrogen, dan menurunnya fungsi penyimpangan dan penyediaan air serta hara.
Sapi (pembiaran ternak sapi yang dilepas di daerah lereng serta populasi yang cukup banyak) akan menyebabkan tanah dan rumput penutup tanah rusak. Disamping itu ternak yang diumbar akan merusak tanaman pertanian dan ekologi penghijauan yang ada.
Erosi merupakan peristiwa pelepasan butiran tanah dan pengangkutan butiran tanah oleh air dan angin. Erosi yang tidak terkendali mengakibatkan hilangnya lapisan atas tanah, hanyutnya unsur hara tanah, terjadinya pendangkalan sungai, waduk dan muara sungai.
Modal untuk pembibitan pada lahan kritis yang kurang akan mempengaruhi kemampuan petani untuk membeli saprodi usahataninya, terutama pupuk. Kurangnya pupuk juga mempercepat mundurnya kesuburan tanah, sehingga secara perlahan-lahan akan menjadi kritis.
Ilmu/informasi yang kurang menyebabkan lahan dikelola secara tradisional atau seadanya, sehingga produktivitas menjadi berkurang. Bahaya kemunduran kesuburan akan semakin tinggi akibat kurang tepatnya pengelolaan tanah dan tanaman.
Sosial atau faktor dan status tanah yang komplek, kesadaran dan motivasi yang kurang juga akan mempercepat lahan menjadi kritis. Tanah nagari atau kas desa sering tidak dikelola secara baik. Belum adanya aturan yang jelas tentang pembagian hasil bila seseorang menanam tanaman keras/ tahunan pada tanah ulayat/nagari sehingga penggarap hanya mau menanam tanaman semusim. Secara umum, tanah ulayat dan nagari ini mempunyai kelerengan yang tajam yang selalu terancam erosi dimusim hujan bila tidak ada tanaman tahunan sebagai pengendali erosi.
Bukan Tanggung Jawab Pemerintah Saja
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten, tahun 2013 menargetkan gerakan tanam sebanyak 8.000.000 pohon guna pelestarian hutan dan lahan juga peningkatan ekonomi masyarakat, kata Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak Ahmad Yusup.
Gerakan penghijauan tersebut disebabkan wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah resapan air juga kawasan konservasi sumber daya alam. Oleh karena itu, kata dia, tahun ke tahun gerakan tanam meningkat, baik dilakukan pemerintah maupun swadaya masyarakat. Gerakan tanam 2012, kata dia, mencapai 6.000.000 pohon dan tahun ini ditargetkan 8.000.000 pohon.
Di samping itu, kata dia, gerakan penghijauan memiliki nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari hasil produksi tanaman kayu-kayuan. Adapun, kata dia, bibit tanaman yang akan disebar jenis tanaman keras, di antaranya albazia, manglid, mahoni, jabon, pulai, jati, dan tanaman hortikultura.
Tanaman tersebut, selain melestarikan hutan dan lahan juga menghasilkan pendapatan ekonomi.
Solusi lain
Sebenarnya ahli dan peneliti di Indonesia sangat banyak. Mereka menguasai bidang dan kenal dengan struktur tanah serta kondisi geografi yang ada. Semuanya itu tak terlepas koordinasi antara pemerintah dan anggota masyarakat, serta lembaga swadaya yang konsern di bidang penyelamatan lingkungan.
Secara garis besar ada beberapa hal yang bisa dilaksanakan untuk menanggulangi lahan kritis yaitu dengan Konservasi Lahan Kritis. Menurut Len Bahri, beberapa cara memperkuat konservasi tanah dan air dapat dilakukan melalui:
(a) Pengaturan pola tanam yang tepat;
(b) Pengolahan tanah menurut kontur;
(c) Gunakan Bahan organik;
(d) Letakkan sisa tanaman/mulsa sepanjang kontur;
(e) Diversifikasi usahatani termasuk tanaman pohon;
(f) Pemeliharaan atau pembuatan hutan diatas lereng;
(g) Perlindungan tanah dengan tanaman penutup tanah; dan
(h) Ternak dikandangkan.

Konservasi Lahan Kritis Serta Pemanfaatan Lahan Kritis
Berbagai langkah konservasi lahan kritis telah dilakukan pemerintah antara lain dengan reboisasi dan penghijauan. Tetapi keberhasilan program reboisasi baru sekitar 68% sedangkan penghijauan hanya 21%. Hal ini terjadi karena tiga kemungkinan yaitu kurang tepatnya teknologi yang diterapkan, kondisi lahan kurang dipelajari secara cermat dan tidak diterapkannya teknologi secara sepenuhnya.
Dalam tulisan ini akan diuraikan salah satu metode konservasi lahan kritis yang bisa mengembalikan kelestarian lingkungan dan efisiensi penggunaan dana dalam program ekstensifikasi dan perbaikan produktivitas, yaitu dengan Metode Vegetatif.

Metode Vegetatif
Metode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan mulsa. Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah, penutupan lahan oleh seresah dan tajuk yang akan mengurangi evaporasi dan dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah sehingga memperbesar jumlah infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi. (Sundari STT)

Aplikasi Metode Vegetatif :

A. Sistem Pertanaman Lorong

Sistem pertanaman lorong adalah sebuah sistem dimana tanaman pangan ditanam pada lorong diantara barisan tanaman pagar. Sistem ini sangat bermanfaat dalam mengurangi laju limpasan permukaan dan erosi dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama unsur N untuk tanaman lorong. Teknologi budidaya lorong telah lama dikembangkan dan diperkenalkan sebagai salah satu teknik konservasi lahan kritis untuk pengembangan sistem pertanian berkelanjutan pada lahan kritis/kering di daerah tropika basah namun belum diterapkan secara luas oleh petani.

B. Sistem Pertanaman Strip Rumput

Konservasi lahan kritis dengan sistem pertanaman strip rumput hampir sama dengan pertanaman lorong tetapi tanaman pagarnya adalah rumput. Strip rumput dibuat mengikuti kontur dengan lebar strip 0,5 meter atau lebih. Semakin lebar strip semakin efektif mengendalikan erosi. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan ternak. Penanaman rumput pakan ternak di dalam jalur strip. Penanaman dilakukan menurut garis kontur dengan letak penanaman dibuat selang seling agar rumput dapat tumbuh baik dan usahakan penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Selain itu tempat jalur rumput sebaiknya di tengah antara barisan tanaman pokok.

C. Tanaman Penutup Tanah

Tanaman ini merupakan tanaman yang ditanam tersendiri atau bersamaan dengan tanaman pokok. Manfaat tanaman penutup antara lain untuk menahan atau mengurangi daya perusak bulir-bulir hujan yang jatuh dan aliran air diatas permukaan tanah, menambah bahan organik tanah (melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh), serta berperan melakukan transpirasi yang mengurangi kandungan air tanah.

Peranan tanaman penutup tanah adalah mengurangi kekuatan disperasi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah sehingga mengurangi erosi.

Empat jenis tanaman penutup yang dapat digunakan yaitu : (a) jenis merambat (rendah), contoh ; Colopogonium moconoides, Centrosome sp, Ageratum conizoides, Pueraria sp, (b) jenis perdu/semak (sedang) contoh ; Crotalaria sp, Acasia vilosa, (c) jenis pohon (tinggi) contoh ; Leucaena leucephala (lamtorogung), Leucaena glauca (latoro lokal), Ablizia falcataria, (d) jenis kacang-kacangan contoh Vigna sinensis, Dolichos lablab (komak).

D. Mulsa

Mulsa adalah bahan-bahan (sisa panen, plastik dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk menutup permukaan tanah. Bermanfaat untuk mengurangi penguapan serta melindungi tanah dari pukulan langsung butir-butir air hujan yang akan mengurangi kepadatan tanah. Mulsa dapat berupa sisa tanaman, lembaran plastik dan batu. Mulsa sisa tanaman terdiri dari bahan organik sisa tanaman (jerami padi, batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan ranting tanaman. Bahan tersebut disebarkan secara merata di atas permukaan tanah setebal 2 s/d 5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna.

Dalam pedoman praktek konservasi tanah dan air lahan kritis BP2TPDAS-IBB ditunjukan peranan yang signifikan dari mulsa terhadap aliran permukaan, infiltrasi dan erosi pada lahan dengan kemiringan 5%. Penelitian yang dilakukan oleh Thamrin dan Hanafi (1992) juga menunjukkan bahwa pemberian mulsa seresah tanaman dapat menghemat lengas tanah dari proses penguapan sehingga kebutuhan tanaman akan lengas tanah terutama musim kering dapat terjamin. Selain itu pemberian mulsa seresah juga dapat menghambat pertumbuhan gulma yang mengganggu tanaman sehingga konsumsi air lebih rendah.

E. Pengelompokan Tanaman dalam Suatu Bentang alam (landscape)

Pengelompokan Tanaman dalam Suatu Bentang alam (landscape) mengikuti kebutuhan air yang sama sehingga irigasi dapat dikelompokkan sesuai kebutuhan tanaman. Teknik konservasi lahan kritis seperti ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan air yang sama dalam satu landscape. Pengelompokkan tanaman tersebut akan memberikan kemudahan dalam melakukan pengaturan air. Air irigasi yang dialirkan hanya diberikan sesuai kebutuhan tanaman sehingga air dapat dihemat.

F. Penyesuaian Jenis Tanaman Dengan Karakteristik Wilayah

Teknik konservasi ini dilakukan dengan cara mengembangkan kemampuan dalam menentukan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan tingkat kekeringan yang dapat terjadi dimasing-masing daerah. Sebagai contoh tanaman jagung yang hanya membutuhkan air 0,8 kali padi sawah akan tepat jika ditanam sebagai pengganti padi sawah untuk antisipasi kekeringan. Pada daerah hulu DAS yang merupakan daerah yang berkemiringan tinggi penanaman tanaman kehutanan menjadi komoditas utama.

G. Penentuan Pola Tanam Yang Tepat

Baik untuk areal yang datar maupun berlereng penentuan pola tanam disesuaikan dengan kondisi curah hujan setempat untuk mengurangi devisit air pada musim kemarau. Hasil penelitian Gomez (1983) menunjukkan bahwa pada lahan dengan kemiringan 5% dengan pola tanam campuran ketela pohon dan jagung akan dapat menurunkan run off dari 43% menjadi 33% dari curah hujan dibandingkan dengan jagung monokultur. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan besar kebutuhan air tiap jenis vegetasi. Besarnya kebutuhan air beberapa jenis tanaman dapat menjadi acuan dalam membuat pola tanam yang optimal.

Pertanian konservasi sangat sedikit mengganggu tanah melainkan memberi kesempatan flora dan fauna tanah yang ada untuk tumbuh subur secara alami. Flora dan fauna tanah tersebut akan membusukkan sisa tanaman yang dijadikan penutup tanah oleh petani sehingga akan menambah nutrisi pada tanah dan meningkatkan struktur humus tanah. Selain itu pertanian konservasi mampu memanfaatkan hujan dengan lebih baik sebab tanah yang ditutupi oleh sisa tanaman akan menyerap lebih banyak air hujan dan mengalami lebih sedikit penguapan. Saat curah hujan rendah lahan akan menangkap kelembaban yang ada di udara. (Sundari, SST (penyuluh pertanian BBPPTP) dalam Tabloid Sinar Tani nomor 3428)

Kesimpulan yang bijak itu
Segala usaha yang terbaik dilakukan untuk menyelamatkan bumi Indonesia ini. Tidak hanya konservasi tanaman tetapi banyak hal yang dimulai dari diri kita sendiri, tentunya dengan dimulai dengan kesadaran memahami, dan mencari ilmu serta informasi bagaimana cara menyelamatkan lahan kritis khususnya dan bumi Indonesia ini umumnya.
Tanpa adanya rasa peduli dari diri kita sendiri, sangat mustahil semua wacana yang baik sekalipun dapat tercapai hasilnya. Semua hasil penelitian harusnya ditindak lanjuti dan diberi penghargaan sebagai hasil karya anak bangsa. Gerakan penanaman bibit pada lahan kritis harus diprioritaskan. Ya, kita tahu hal ini bahwa semakin lama lahan di Indonesia rusak karena ulah manusia. Entah itu dengan dalih untuk pemukiman rakyat, atau penanaman lahan pangan yang tidak bijaksana, sehingga mengambil alih hutan rakyat. Dan banyak hal yang sepertinya kurang disadari oleh para penduduk Indonesia, bahkan pemerintah sendiri seakan merasa tenang saja, jika seluruh lahan di Indonesia ini tidak produktif dan rusak.
Namun apapun usaha kita saya yakin semua akan mendapat hasil walaupun tidak serta massif. Bahkan lomba ini sekalipun adalah langkah strategis untuk mengenalkan lebih banyak lagi tentang konservasi lahan kritis menjadi lahan potensial. Dan semoga saja, semua usaha ini diganjar luar biasa oleh Rabb Pemelihara Bumi ini. Insya Allah
Wallahu A’lam bish showab

Sumber :
Diolah dari berbagai sumber,
Sundari, SST (penyuluh pertanian BBPPTP) dalam Tabloid Sinar Tani nomor 3428 dan Republika Online, juga sumber2 lain.

Ruqyah Syar’i Secara Mandiri

dimuat di solo pos 7/4
522429_4597721152224_1080760604_n

Harta yang paling mahal adalah kesehatan. Namun justru kita tak banyak menyadari hal ini. Seringkali kita diingatkan justru saat kita mengalami sakit. Namun, siapapun orangnya tentu tak ingin mengalami sakit. Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.

Kesehatan dalam keluarga juga menjadi prioritas di jaman modern ini. Walaupun karir sukses dan cita-cita berhasil namun jika tubuh suloyo (sakit-sakitan) maka itupun percuma. Semua kelebihan itu hanya lekat di depan mata tanpa bisa kita nikmati.

Rasulullah bersabda, Allah tidak pernah menurunkan penyakit yang tidak ada obatnya. (HR. Abu Daud dan Ahmad) Dengan inilah menjadi dasar pijakan bagaimana seorang muslim mengelola kesehatan baik jasmani dan rohani. Dan ruqyah syar’i adalah salah satu alternatif pengobatan yang sebenarnya sangat utama dan bermanfaat, karena ia berasal dari warisan Nabi Saw yang jelas-jelas mempunyai testimoni tepercaya. Tersembunyinya ilmu ini mungkin karena pesatnya ilmu medis yang sering diklaim mengatasi segala macam penyakit.

Namun, benarkah begitu? Femonena di jaman sekarang memperlihatkan kecendrungan sebenarnya. Pengobatan herbal yang relatif aman dan murah mulai digandrungi masyarakat Indonesia. Dokter dan rumah sakit ternyata masih dianggap sebagai momok menakutkan dalam pengobatan masyarakat.

Buku Ruqyah Syar’i yang disusun Ahmad bin Abdul Aziz Al-Khudhairi ini hadir memberikan solusi untuk Anda dan keluarga yang ingin mencoba mengobati secara mandiri. Artinya, pembaca bisa mengamalkan laku dan doa tertentu yang menunjang kesembuhan dengan metode ruqyah. Satu hal juga yang perlu diluruskan adalah pemahaman yang salah tentang ruqyah. Orang masih membatasi ruqyah itu hanya untuk terapi mengusir jin atau orang kesurupan atau terkena santet jamak ditampilkan di media televisi. Hal itu senyatanya tidak benar. Bahkan ada dalil yang shahih dari Al Qur’an maupun As Sunnah jika ruqyah bisa menyembuhkan segala penyakit. Pembaca bisa merujuk pada QS. Surah Fushshilat: 44, dan HR. Muslim, No. 2200). More

Mengembangkan Budaya Tulisan Melalui Smartphone

menjadi 10 finalis di lomba tulis Gagdetan.com

gadgets

Adalah sebuah keprihatinan melihat banyak pengguna gadget membatasi diri pada ritus budaya budaya cangkeman (lisan) yang instan. Keakraban dengan gagdet sebatas budaya sms-an dengan kata yang amburadul dan jejaring sosial hanya dipenuhi dengan status tak bermutu yang mereduksi intelegensia manusia.

Sebaliknya mengembangkan budaya menulis yang standar dan kreatif akan mengembangkan kemampuan kita baik dalam menulis, berpikir, merumuskan pikiran serta menyampaikan pikiran dengan cara yang tepat. Semua itu bisa dimulai dengan smartphone yang tepat pula. Jangan hanya menyerah sebatas budaya cangkeman, tapi kita harus lebih maju selangkah. Kita harus mengembangkan diri kita dengan budaya menulis yang lebih formal namun tetap kreatif. Caranya dengan menghadirkan smartphone khusus untuk menulis. Artinya manfaat itu tidak hanya dapat dinikmati para penulis atau jurnalis saja, tetapi orang awam pun bisa belajar menulis dan mengembangkan diri lewat tulisan.

Sebagai seorang penulis yang mobile ke mana saja, kadangkala ada banyak peristiwa yang ingin saya catat. Sebuah peristiwa menarik yang telah berlalu jelas tak bisa dikembalikan lagi. Harus pada momentum yang tepat itu. Dan saya memikirkan bagaimana sebuah tablet atau smartphone khusus yang bisa mengakomodir kebutuhan seorang penulis seperti saya. Setiap fitur menyediakan kemudahan saya dalam mengambil video atau memotret dengan resolusi tinggi, memadukan tulisan dengan gambar, video atau mp3, dan tak kalah penting fitur menulis itu sendiri. Kemudian semua itu dimudahkan dengan aplikasi internet jaringan tinggi sehingga kita mudah menguploadnya ke dunia maya. Semacam smartphone yang lebih dekat kepada blog namun lebih praktis daripada blog. Hal itu tentu saja harus didukung template yang menarik agar tidak membosankan. Syukur-syukur, kita bisa mengcustom tampilan tersebut khas karakter kita. Misalnya warna batik yang kita ambil dari budaya kita sendiri, atau grafiti jalanan yang merupa kan simbol perlawanan anak muda sekaligus kritik sosial. More

Badrun Belum Mati

dimuat di joglosemar
jagoan_tulen_by_braja2000-d392t19
“Hanya orang lapar yang mengerti artinya kemiskinan. Kalau pada pilkades kali ini si calon lurah, bilang dia memahami warga miskin di desa ini, padahal dia selama ini bergelimang harta, tidak pernah lapar hingga terpaksa puasa, maka jangan percaya omongannya. Orang seperti itu hanya pembohong!!”
Badrun berkoar di tengah lapang. Orang-orang berkerumun. Mereka percaya apa yang dikatakan Badrun karena dia orang yang selama ini masih bisa dipercaya, masih jujur, tidak brengsek seperti lainnya.
Di kesempatan pilkades kali ini Badrun menuntut para lurah yang terpilih nanti mau memberi subsidi orang miskin. Toh, pendapatan desa selama ini sudah sangat banyak dan hampir tak pernah ditujukan untuk pembangunan desa sendiri. Entah kemana uang itu semua. Hal ini baru ketahuan dari informasi sebuah LSM yang menyelidiki korupsi para aparat desa.
“Lihatlah pajak tanah, pajak kendaraan, semua mahal tapi kita harus tetap bayar. Tapi semua uang pajak itu mereka tilap di kantong sendiri, mereka korupsi! Karena itu orang miskin harus dapat subsidi! Perjuangkan subsidi!”
Orang-orang ikut meneriakkan kata subsidi. Suara itu bergemuruh terdengar menyeramkan bagi yang kontra revolusi.
Dan memang ada beberapa orang yang tak suka Badrun bicara terlalu tajam seperti itu. Mereka buru-buru menghubungi polisi lewat sms, karena itu yang paling aman dan lebih mudah. Membubarkan kerumunan Badrun tanpa mereka harus turun tangan sendiri. Mereka memang tidak akan berani terang-terangan menentang Badrun. Masih ingat dalam ingatan ketika itu seorang mata-mata mengendap-endap di rumah Badrun, menguping pembicaraan beberapa pemuda yang berkumpul di rumah Badrun. Konon, Badrun ingin menggerakkan warga untuk menuntut lurah yang kedapatan korupsi itu memperlihatkan anggaran belanja desa dengan transparan. Walaupun sebelumnya jelas terbukti salah dengan adanya beberapa transaksi fiktif yang ujungnya masuk ke kantong lurah sendiri. Badrun mengumpulkan teman-temannya, pemuda-pemuda militan, untuk berdemo. Namun, urung hal itu terjadi. Tiba-tiba karena takut, si calon lurah mengundurkan diri. Entah karena apa, tak ada yang tahu. Sementara orang yang ketahuan itu dipukuli Badrun hingga babak belur dan masuk rumah sakit.
Sekarang, ketika si lurah itu mundur, akan diadakan pilkades baru. Ada tiga orang calon. Seorang wanita dan dua orang laki-laki. Semua asli penduduk daerah. Semua terlihat sehat secara fisik. Yang perempuan cantik dan duanya adalah laki-laki yang berwibawa, dalam arti, badan tampak subur, wajah halus seperti seorang priyayi, pokoknya pantas kalau difoto menjadi seorang lurah desa, walaupun itu semua belum tentu pilihan rakyat dari orang-orang yang berkualitas bagus. More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.